Unknown
Diwaktu senja..Rintik-rintik air yang turun dari langit itu... terasa menyejukkan , mampu memadamkan bara api yang memanaskan suasana.. mencair, dan melebur.. bahkan hanyut terbawa arus sungai yang awalnya kering.. dibawah pohon nan rindang tampak seorang gadis kecil berteduh dibawahnya,, wajah gadis itu memandangi langit, dia sendirian, dia tampak bersedih.. airmata jatuh membasahi pipinya.. seakan-akan dia ingin berkata.. hujan merupakan gambaran isi hatinya saat ini.. dia teringat dengan ibunya yang sudah lama tiada,  hati kecilnya berkata semoga ibunya tenang disisi ALLAH swt, semua amal ibadah ibu diterima disisinya dan semoga hujan membawa rahmat dan berkah dari Tuhan (ALLAH swt) sehingga mampu merobohkan kokohnya dinding amarah, dan mampu membuka pintu hati yang tertutup oleh tebalnya kebencian.. Gadis itu jadi teringat disaat pertama kali dia bertemu dan berkenalan dengan seorang Laki-laki yang dia cintai dan dia sayangi. Usia laki-laki itu hanya terpaut kurang lebih 2 (dua) tahun dari gadis itu. Dia mengenali laki-laki itu disaat ibunya sedang sakit stroke. Kehadiran laki-laki itu sangat berarti buat dirinya, hadirnya laki-laki itu telah memberikan semangat dan energi positif bagi gadis itu. Gadis itu berusaha lebih tegar dan kuat walau cobaan hidup terasa berat buat dirinya. Gadis itu pun merasa melihat secerca cahaya kebahagiaan atas hadirnya laki-laki itu. Dalam doanya dia selalu memanjatkan doa, dan ucapan syukur kepada ALLAH swt tuhannya,, karena dia telah dipertemukan dengan laki-laki itu, semoga kebahagiaan ini tidak cepat berlalu. Dan suatu ketika, ujian hidup kembali datang, gadis itu harus terpisah oleh dengan laki-laki itu sebab Ibunya yang saat itu sedang sakit memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Betapa sedih dan berat hatinya gadis itu untuk berpisah dengan laki-laki itu. Tidak hanya itu disaat gadis itu ingin menyusul orang-tuanya yang sudah terlebih dahulu pindah kekampung halaman ibunya, laki-laki itu pun berubah sifat. Gadis itu pun tak habis pikir, apa salah dirinya sehingga laki-laki itu jadi berubah sifatnya. dan suatu ketika teman dari gadis itupun memberitahu kepadanya bahwa laki-laki itu sudah bersama dengan perempuan lain. Secara tampak fisik, perempuan itu memang terlihat kebih cantik dari gadis kecil itu.  Gadis itu pun merasa lengkap lah sudah penderitaan yang dia alami.Gadis itu pun berusaha kuat dan tegar untuk menghadapi kenyataan itu, walau mungkin tidak mudah baginya.. tapi dia akan tetap bertahan demi cinta. Dalam hatinya masih tersimpan ruang yang menguatkan dia bahwa kuasa dan takdir Tuhan (ALLAH swt) jauh lebih baik dari apa yang dia inginkan, karena dia mengetahui, bahwa ALLAH swt akan memberikan apa yang hambanya butuhkan, bukan apa yang hambanya inginkan. Gadis itu pun yakin, bahwa jika memang laki-laki itu adalah Jodoh terbaik yang diciptakan ALLAH swt untuk dirinya, suatu saat pasti akan bersatu disaat yang paling indah. Airmata gadis itu pun kembali menetes dipipinya ketika gadis itu teringat masa-masa indah saat dia bersama laki-laki itu, terlebih gadis itu mengingat bahwa dia sudah dekat dengan keluarga laki-laki itu, tapi dia tidak berdaya ketika Ibu yang sangat dia cintai memiliki keinginan untuk kembali kekampung halamannya, gadis itu pun berharap dan berdoa semoga Ibunya lekas sembuh seperti sediakala. Tetapi ujian hidup kembali menimpa gadis itu, Ibu yang sangat dia cintai meninggal dunia akibat sakit stroke dan sakit tumor kandungan, ALLAH swt telah memanggil ibunya kembali disisi-nya. Saat itulah ujian yang paling berat dia rasakan. Sekarang gadis itu sekarang menjadi gadis piatu, sekarang gadis itu hidup bersama dengan Ayah dan Adiknya. Gadis itu pun berusaha sekuat tenaga untuk tetap terlihat tegar dan tabah menghadapi ujian hidup yang dia alami.

Related Posts by Categories

0 Responses

Posting Komentar

South Park Kyle Broflovski - Pen